gisadmin - 12 Jun 2018

5 Dampak Kekurangan Cairan Tubuh Selama Bulan Ramadhan

Ketika kekurangan cairan terjadi, maka akan menimbulkan dampak negatif terhadap tubuh. Nah, berikut ini 5 dampak kekurangan cairan yang sering terjadi:

Memasuki bulan Ramadhan, hampir seluruh masyarakat Indonesia melaksanakan salah satu ibadah wajib ini. Meskipun tidak melaksanakan makan dan minum selama beraktivitas seharian, nyatanya selalu saja ada halangan-halangan yang tidak diduga sebelumnya. Salah satu gangguan yang paling umum terjadi adalah tubuh kekurangan cairan. Keadaan ini merupakan kondisi dimana tubuh kehilangan lebih banyak cairan dibanding jumlah cairan yang masuk ke dalam tubuh. Akibatnya, keseimbangan gula-garam tubuh pun mengalami gangguan dan tidak mampu menjalankan fungsinya secara normal. Selama bulan suci ini, kekurangan cairan yang kemungkinan besar terjadi adalah yang bersifat ringan. Meskipun demikian, kamu harus tetap waspada. Sebab bisa jadi yang kamu alami adalah kekurangan cairan yang tingkatnya sudah kronis. Ketika kekurangan cairan terjadi, maka akan menimbulkan dampak negatif terhadap tubuh. Nah, berikut ini 5 dampak kekurangan cairan yang sering terjadi:

5 Dampa Kekurangan Cairan Yang Sering Terjadi

Kulit Kering

Hampir seluruh tubuh manusia terdiri dari cairan. Keberadaan cairan ini memegang peranan penting untuk aktivitas tubuh. Apabila mengalami kekurangan cairan, maka dampak pertamanya adalah kulit akan mengering, terlihat kasar, dan kusam. Selain itu, elastisitas kulit akan berkurang dan situasi ini dapat mengurangi rasa percaya diri seseorang.

Masalah Asam Lambung

Saat perut kosong, maka asam lambung akan meningkat. Gangguan inilah yang sering terjadi ketika bulan Ramadhan tiba. Hindari makanan dan minuman yang berpotensi meningkatkan asam lambung, misalnya kopi atau soda.

Mengalami Kelelahan

Ketika seseorang kekurangan cairan, hal ini otomatis akan berdampak pada volume darah serta tekanan darah yang menurun. Akibatnya, pasokan oksigen ke darah pun menurun. Jika tidak mendapat oksigen yang cukup, maka otot dan fungsi saraf akan mengalami penurunan kinerja, sehingga seseorang pun akan dengan mudah mengalami kelelahan.

Kepala Pusing

Selain kelelahan, situasi ini juga berdampak pada kepala yang pusing. Kamu akan merasakan tubuh seolah melayang jika terburu-buru berdiri dari posisi sebelumnya yang tengah duduk atau tidur.

Susah Buang Air Besar

Di hari biasanya, makanan dan minuman akan leluasa bergerak. Pasalnya, usus besar melakukan penyerapan terhadap air yang masuk ke pencernaan dan sisanya akan dikeluarkan berupa feses. Ketika seseorang kekurangan cairan, usus besar akan menghemat air sehingga feses yang dikeluarkan pun akan keras dan kering. Aktivitas ini pun menghasilkan sembelit.

Cara mencegah tubuh mengalami kekurangan cairan selama bulan Ramadhan adalah dengan menerapkan gaya hidup puasa pintar. Selain menghindari makanan yang dapat menyebabkan kesehatan, air putih biasanya sebaiknya diganti dengan air putih yang jelas mineralnya. Salah satu air mineral yang baik untuk dikonsumsi di bulan suci ini adalah Le Minerale.

Sumber mata air Le Minerale sendiri diambil dari kedalaman 100 meter di bawah tanah dan dibotolkan langsung di sumbernya dengan menggunakan mineral protection system tanpa tersentuh tangan manusia secara langsung. Sumber mata air Le Minerale sangat berkualitas, karena mengandung mineral alami yang bermanfaat bagi tubuh, yakni kalsium berfungsi untuk memelihara kekuatan tulang dan kesehatan kulit. Magnesium berfungsi untuk meningkatkan kesehatan jantung.

Sodium membantu mengatur cairan dalam darah dan jaringan tubuh. Potasium berfungsi untuk membantu fungsi otot dan saraf. Tidak cuma itu, Le Minerale juga melengkapi kandungan bikarbonat (HCO3–) yang berperan untuk menjaga keseimbangan asam dan basa dalam tubuh. Le Minerale pun telah mendapat izin resmi dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Indonesia dan tersertifikasi oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI). Tiap kemasan Le Minerale memiliki seal cap dengan botol yang keras sebelum di buka.