gisadmin - 21 Aug 2019

Menu Mpasi 6 Bulan yang Mudah Dibuat, Apa Saja?

Pada usia 6 bulan nutrisi bayi sudah bisa ditambah dari perolehan MPASI (Makanan Pendamping Air Susu Ibu). Alasannya, di usia tersebut, kebutuhan nutrisi sudah tidak bisa terpenuhi lagi jika hanya diberikan ASI saja.

Selain itu di usia 6 bulan, bayi normal umumnya sudah memiliki kemampuan koordinasi gerak mata dan tangan yang cukup baik. Bayi pada usia ini umumnya juga sudah memiliki kemampuan menegakkan kepala dan leher sendiri untuk makan. Tapi perlu diingat, MPASI harus diberikan secara bertahap dan tekstur makanan yang diberikan harus lebih lunak seperti larutan atau bubur agar bayi mudah menelannya. Untuk membantu ibu menentukan MPASI pertama, berikut 3 menu yang bisa diberikan pada bayi 6 bulan.

Nasi Tim Ikan Tuna

Ikan salmon bisa menjadi pilihan MPASI pertama bagi ibu karena mudah diolah. Rasa ikan salmon juga lezat dan gurih. Di dalam ikan tuna terdapat kandungan asam amino yang bagus untuk menjaga kesehatan saluran pencernaan dan jantung bayi. Ikan salmon juga mengandung mineral, omega-3, dan vitamin B yang baik untuk menjaga kesehatan otak.

Bahan nasi tim ikan tuna:

  1. 1 genggam beras putih
  2. 1 ruas jari ikan tuna
  3. 3 iris bawang bombai
  4. Air secukupnya
  5. Jahe secukupnya
  6. Seledri secukupnya

Cara membuat nasi tim ikan tuna:

  1. Rebus air dan masak beras putih. Kemudian aduk sampai nasi terasa setengah lembek
  2. Masukkan bahan seperti ikan tuna, jahe secukupnya (agar meminimalisir aroma amis pada ikan), dan bawang bombay cincang
  3. Aduk sampai beras menjadi bubur ikan yang sudah tercampur rata
  4. Sebagai pelengkap, masukkan seledri untuk menambah aroma
  5. Aduk hingga bubur mengental. Kemudian biarkan setengah dingin lalu saring
  6. Nasi tim ikan tuna siap disajikan selagi hangat

Bubur Alpukat dan Pisang

Perpaduan antara alpukat dan pisang bisa menjadi rekomendasi ibu untuk memperkenalkan MPASI pertama untuk si Kecil. Alpukat sendiri bemanfaat karena mengandung serat yang baik bagi usus. Ada pula vitamin C dan K yang berfungsi perbaikan jaringan tubuh. Di dalamnya juga terdapat kandungan folat dan kalium yang berperan dalam tekanan darah. Kandungan mangan pada alpukat juga bermanfaat pada otak dan saraf.

Sementara pisang memiliki kandungan yang baik bagi bayi seperti serat yang mampu mengatasi sembelit dan diare. Selain itu, pisang juga bermanfaat untuk mengurangi peradangan kulit berkat kandungan  mineral dan vitamin yang ada di dalamnya.

Bahan bubur alpukat dan pisang:

  1. ASI atau susu formula secukupnya
  2. Satu buah pisang segar
  3. Setengah buah alpukat segar

Cara membuat bubur alpukat dan pisang:

  1. Cuci bersih alpukat dan pisang dan kupas alpukat dan pisang sampai bersih
  2. Ambil bagian daging alpukat dan potong pisang kecil-kecil
  3. Blender masing-masing buah
  4. Setelah halus tambahkan susu formula hingga tercampur rata
  5. Siap untuk disajikan

Bubur Jagung Ubi Wortel

Bubur jagung ubi wortel bisa menjadi menu MPASI pertama yang dijadikan sebagai asupan karbohidrat untuk bayi. Di dalam jagung terdapat kandungan fosfor, magnesium, potasium, dan zat besi. Kandungan fosfor bagus untuk kesehatan tulang, potasium dan magnesium bagus untuk fungsi otot dan syaraf, serta zat besi baik untuk perkembangan otak. Jagung juga bermanfaat untuk membantu menambah berat badan.

Sementara ubi memiliki kandungan vitamin A, C, dan E di dalamnya yang berguna untuk meningkatkan imunitas tubuh bayi. Wortel kaya akan vitamin A yang baik untuk kesehatan mata.

Bahan bubur jagung ubi wortel:

  1. 1/2 buah ubi merah yang telah dikukus
  2. 2 potong wortel import, yang telah dikukus
  3. 2 sendok makan jagung yang sudah dikupas dan direbus
  4. 50 ml ASI

Cara membuat bahan bubur jagung ubi wortel:

  1. Haluskan semua bahan ke dalam blender
  2. Setelah halus, saring dengan saringan kawat untuk membuat serat jagung tidak terbawa
  3. Bubur jagung ubi wortel siap disajikan

Itu dia 3 menu MPASI pertama untuk bayi yang bisa ibu buat. Hal yang perlu diperhatikan dalam membuat MPASI pertama, yakni bayi tidak bisa langsung makan dalam porsi besar. Frekuensi pemberian MPASI pertama bisa diberikan 2-3 kali sehari. Perlu juga diberikan camilan ringan di sela-sela waktu makan si kecil berupa biskuit bayi, dan lain-lain.

Jangan sampai lupa juga untuk mencukupi kebutuhan air dan mineral si Kecil, misalnya dengan memberikan air mineral meskipun dosis yang diberikan belum banyak. Namun, perlu diingat, air mineral yang diberikan haruslah yang berkualitas. Salah satunya adalah Le Minerale. Air mineral ini merupakan air minum pegunungan yang berasal dari sumber mata air pilihan, dan disaring secara alami ke dalam tanah dan melewati berbagai lapisan bumi, serta batuan yang kaya akan mineral. Sumber mata air Le Minerale diambil dari kedalaman 100 meter di bawah tanah dan dibotolkan langsung di sumbernya dengan menggunakan mineral protection system tanpa tersentuh tangan manusia secara langsung.

Kandungan air mineral Le Minerale yakni antara lain kalsium yang berfungsi untuk memelihara kekuatan tulang dan kesehatan kulit, magnesium berguna untuk meningkatkan kesehatan jantung, sodium untuk membantu mengatur cairan dalam darah dan jaringan tubuh, serta potasium bermanfaat untuk membantu fungsi otot dan saraf.

Le Minerale juga mengandung bikarbonat (HCO3–) yang berperan untuk menjaga keseimbangan asam dan basa dalam tubuh. Le Minerale pun telah mendapat izin resmi dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Indonesia dan tersertifikasi oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI).  Le Minerale dikemas khusus sehingga menghasilkan botol yang keras sebelum dibuka dan aman dari pemalsuan.

 Baca Juga :

5 Wisata Kuliner Legendary Hits di Jakarta yang Wajib Kamu Cicipi!
Rekomendasi Makanan Bergizi yang Bagus Dikonsumsi Ibu Hamil & Menyusui
Selain Menurunkan Berat Badan, Ketahui Juga 3 Manfaat Bersepeda Berikut Ini!