gisadmin - 10 Apr 2019

4 Alasan Mengapa Kamu Bisa Mengalami Pusing Setelah Olahraga

Adakah dari kamu yang merasakan pusing setelah olahraga? Jika ya, yuk cari tahu alasannya berikut ini.

Olahraga menjadi aktivitas yang positif dan menyehatkan. Sayangnya ada sebagian orang yang mengalami kondisi yang tidak nyaman setelah melakukannya, salah satunya adalah menimbulkan pusing setelah olahraga. Keluhan pusing setelah olahraga bisa berupa migrain, kepala berdenyut yang terjadi di kedua sisi kepala. Ada juga orang yang mengalami pusing disertai mual dan muntah, atau sensitif terhadap cahaya dan suara.

Pusing setelah olahraga biasanya bisa sembuh sendiri. Jika sedang terjadi, rata-rata berlangsung selama 5 menit hingga 48 jam. Diduga kondisi ini berhubungan dengan peningkatan tekanan di dalam pembuluh darah otak yang didorong oleh olahraga. Adanya peningkatan tekanan otak bisa melebarkan pembuluh darah di dalamnya dan senyawa-senyawa kimia yang memicu nyeri dan keluhan sakit kepala menjadi aktif. Untuk tahu lebih lanjut, terkait apa saja alasan terjadinya pusing setelah olahraga, simak penjelasannya berikut ini.

Aliran Oksigen ke Otak Berkurang

Ketika sedang berolahraga, tubuh memerlukan oksigen yang cenderung lebih banyak dari biasanya. Teknik bernapas yang kurang tepat bisa menyebabkan pusing setelah berolahraga yang disebabkan karena darah kekurangan kadar oksigen. Kondisi ini menyebabkan aliran oksigen ke otak berkurang sehingga memicu kepala pusing. Cara mengatasinya, sesuaikan teknik bernapas dengan jenis olahraga dan kemampuan tubuh.

setiap empat langkah, kamu bisa mengambil napas melalui hidung. Kemudian empat langkah selanjutnya buanglah napas melalui mulut. Kamu perlu membiasakan menarik napas lewat hidung dan keluarkan secara lebih leluasa melalui mulut.

Kekurangan Cairan

Kekurangan cairan juga menjadi salah satu penyebab pusing setelah olahraga. Maka dari itu, kamu perlu memperhatikan asupan cairan sebelum, saat, dan setelah olahraga agar bisa meminimalisir kondisi kekurangan cairan. Intinya, semakin banyak cairan yang diminum, maka bisa membuat tubuh cukup bertenaga dan berstamina untuk melanjutkan aktivitas. Banyaknya jumlah air yang harus diminum bergantung pada kebutuhan tubuh kamu, berdasarkan usia, berat badan, dan aktivitas yang dilakukan. Selain itu, orang yang berkeringat banyak memerlukan cairan yang lebih banyak juga.

Tekanan Darah Rendah

Pusing setelah olahraga juga bisa disebabkan karena tekanan darah rendah. Ketika sedang berolahraga, jantung akan bekerja lebih keras dan memompa lebih banyak darah ke pembuluh darah. Hal ini mengakibatkan, pembuluh darah melebar untuk menampung kelebihan darah tersebut. Saat kamu berhenti berolahraga, jantung akan bekerja normal, tapi pembuluh darah memerlukan sedikit waktu untuk menyesuaikannya. Kondisi tersebut membuat terjadinya penurunan tekanan darah sehingga menyebabkan kamu merasa pusing, lemas, dan sakit kepala.

Gula Darah Turun Secara Drastis

Kalau kamu merasa pusing, khususnya setelah berolahraga, bisa jadi menjadi salah satu tanda jika kadar gula darah turun secara tiba-tiba. Kondisi ini memicu badan terasa lemas, keringat dingin, dan gemetar. Salah satu penyebab terjadinya penurunan kadar gula darah ketika sedang berolahraga adalah kamu melakukannya dalam keadaan perut kosong. Cara mudah untuk mengatasinya adalah dengan mengonsumsi makanan yang memiliki kandungan karbohidrat dan protein kurang lebih satu jam sebelum melakukan olahraga. Dengan begitu, tubuh kamu akan lebih berenergi sehingga kadar gula darah tetap terjaga.

Penyebab lain pusing setelah olahraga juga dipengaruhi kurangnya asupan nutrisi, mengonsumsi alkohol, dan kafein. Cuaca panas dengan kelembapan tinggi, perubahan tekanan udara, dan berolahraga di ketinggian, juga menjadi salah satu faktor penyebabnya.

Pusing setelah olahraga bisa terjadi khususnya bila kamu melakukan olahraga yang durasinya lama dan berintensitas berat. Jenis olahraga yang bisa memicu pusing, yaitu angkat beban, berlari, berenang, mendayung, dan tenis.

Salah satu cara untuk mengatasi pusing setelah olahraga, dengan mencukupi kebutuhan air minum berupa air mineral Le Minerale sebelum dan sesudah melakukan aktivitas fisik. Le Minerale memiliki kandungan mineral alami, seperti kalsium yang berfungsi untuk memelihara kekuatan tulang dan kesehatan kulit, magnesium berguna untuk meningkatkan kesehatan jantung, sodium untuk membantu mengatur cairan dalam darah dan jaringan tubuh.

Selain itu, Le Minerale juga mengandung potasium yang bermanfaat untuk membantu fungsi otot dan saraf serta kandungan bikarbonat (HCO3–) yang berperan untuk menjaga keseimbangan asam dan basa dalam tubuh selama berolahraga dan beraktivitas sehari-hari.