gisadmin - 10 Apr 2019

7 Manfaat Kacang Hijau Bagi Ibu Hamil dan Janin yang Perlu Diketahui

Kacang hijau banyak disarankan untuk dikonsumsi bagi ibu hamil karena baik untuk ibu mengandung maupun janin. Berikut manfaat kacang hijau untuk keduanya berikut ini.

Bagi ibu hamil, pasti pernah mendengar anjuran untuk mengonsumsi kacang hijau selama mengandung. Memang diketahui, jika di dalam kacang hijau terdapat kandungan baik seperti asam folat, fosfor, kalsium, karbohidrat, kalium, protein, vitamin B, dan zink. Disarankan memperbanyak asupan kacang hijau ketika sudah memasuki trimester ketiga kehamilan. Alasannya, untuk memberikan energi yang cukup saat tibanya persalinan.

Kacang hijau juga memiliki kandungan vitamin K untuk mempercepat pembekuan darah pasca persalinan dan penyembuhan luka. Dengan banyaknya kandungan baik dalam makanan satu ini, intip yuk manfaat kacang hijau untuk ibu hamil maupun janin yang perlu diketahui. 

Manfaat Kacang Hijau untuk Ibu Hamil

Meningkatkan Kesehatan Tulang

Ibu hamil yang kekurangan vitamin K berisiko mengalami nyeri tulang. Nah, dengan mengonsumsi kacang hijau yang terdapat asupan vitamin K di dalamnya akan membuat penyerapan kalsium lebih mudah, sehingga kesehatan tulang pun terjaga.

Mencegah Depresi

Kandungan asam folat pada kacang hijau akan membantu mengatasi depresi. Hal ini karena folat mampu mencegah kelebihan homocysteine yang mampu menghentikan darah dan nutrisi lain ke otak. Bila kelebihan homocysteine, hormon serotonin, dopamin, dan norepinefrin yang mengatur tidur, nafsu makan, dan suasana hati bisa terganggu.

Mencegah Sembelit

Manfaat kacang hijau bagi ibu hamil juga mampu mencegah terjadinya sembelit. Pasalnya, di dalam kacang hijau juga mengandung serat tinggi yang mampu menjaga kesehatan pencernaan kamu.

Mencegah Anemia

Anemia menjadi salah satu kondisi yang sangat berbahaya ketika masa kehamilan, karena bisa memicu keguguran dan pendarahan ketika persalinan nanti. Salah satu manfaat kacang hijau untuk ibu hamil bisa mencegah anemia. Dengan mengonsumsi kacang hijau, anemia bisa dicegah karena kandungan zat besi yang membantu proses pembentukan hemoglobin darah.

Manfaat Kacang Hijau untuk Janin

Mencegah Bayi Lahir Prematur dan Berat Rendah

Manfaat kacang hijau untuk janin yaitu mencegah bayi lahir prematur dan berat rendah. Ini diperoleh berkat kandungan zat besi yang ada pada kacang hijau. Zat besi sendiri penting untuk pertumbuhan plasenta dan perkembangan janin, khususnya dikehamilan usia trimester kedua dan ketiga. Perlu diketahui, ihamil memerlukan zat besi lebih banyak, yakni 25 mg per hari.

Membantu Perkembangan Otak Bayi

Di dalam kacang hijau terdapat kandungan thiamin atau yang dikenal dengan nama vitamin B1 yang mampu mengubah karbohidrat menjadi energi. Dengan mencukupi kebutuhan thiamin bisa membantu menjaga kesehatan bayi saat lahir, seperti membantu perkembangan otak bayi, menjaga sistem saraf, fungsi otot, dan jantung pada ibu hamil.

Mencegah Cacat Lahir pada Bayi

Kacang hijau juga memiliki kandungan asam folat yang penting selama masa kehamilan. Asam folat penting bagi janin untuk mencegah cacat lahir termasuk cacat tabung saraf serta mencegah bayi terlahir dengan kelainan pada otak dan sumsum tulang belakang.

Manfaat kacang hijau akan maksimal bila diolah dengan tepat. Baiknya olahlah kacang hijau menjadi bubur atau air rebusan saja. Setelah mengetahui kandungan dan manfaat kacang hijau, tidak perlu ragu lagi mengonsumsi kacang hijau pada masa kehamilan. Konsumsilah kacang hijau sebagai asupan tambahan dalam menu sehari-hari, yang diimbangi dengan mengonsumsi buah-buahan, sayur-sayuran, serta perlu juga mengonsumsi air mineral yang cukup dan berkualitas.

Bila berbicara soal air mineral, salah satu yang terbaik adalah Le Minerale. Air Le Minerale diambil langsung dari sumber pegunungan terpilih sehingga mengandung mineral alami yakni Kalsium berfungsi untuk memelihara kekuatan tulang dan kesehatan kulit. Magnesium berfungsi untuk meningkatkan kesehatan jantung. Sodium membantu mengatur cairan dalam darah dan jaringan tubuh. Potasium berfungsi untuk membantu fungsi otot dan saraf.

Tidak cuma itu, Le Minerale juga melengkapi kandungan bikarbonat (HCO3–) yang berperan untuk menjaga keseimbangan asam dan basa dalam tubuh. Sumber mata air pilihan Le Minerale diambil dari kedalaman 100 meter di bawah tanah dan dibotolkan langsung di sumbernya dengan menggunakan Mineral Protection System (MPS) tanpa tersentuh tangan manusia secara langsung. Tidak hanya itu, air mineral ini disegel tutupnya untuk mencegah pemalsuan.

Le Minerale pun telah mendapat izin resmi dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Indonesia dan tersertifikasi oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI).  Yang pasti, setiap kemasan Le Minerale memiliki seal cap dengan botol yang keras sebelum dibuka.