gisadmin - 10 Apr 2019

Selain Bisa Menurunkan Kolesterol, Ini dia 4 Manfaat Seledri Lainnya

Mungkin kamu hanya tahu jika seledri digunakan sebagai pelengkap makanan berkuah saja. Padahal terdapat 4 manfaat seledri bagi kesehatan. Apa saja? ini jawabannya.

Salah satu bahan pelengkap masakan Indonesia adalah daun seledri, yang disajikan dengan cara dicincang dan ditaburkan di atas masakan berkuah, seperti bakso, sup, atau bubur. Dalam daun seledri terdapat kandungan antioksidan di mana antioksidan ini merupakan suatu zat yang bertugas mengurangi risiko kerusakan sel tubuh akibat paparan radikal bebas. Selain menambah kenikmatan masakan, salah satu manfaat seledri adalah mampu menurunkan tingkat kolesterol dalam tubuh, sehingga membantu menjaga kesehatan jantung kamu. Kira-kira apa lagi ya manfaat seledri bagi kesehatan? Ini jawabannya.

Melancarkan Pencernaan

Manfaat seledri yang pertama, mampu melancarkan pencernaan. Alasannya karena terdapat kandungan polisakarida berbasis pektin pada daun seledri yang bagus bagi kesehatan pencernaan. Beberapa keuntungannya adalah menjaga kesehatan saluran pencernaan, mencegah penyakit maag, dan melancarkan pencernaan.

Mencegah Kanker

Manfaat seledri bisa dijadikan sebagai obat antikanker berkat ekstrak daun seledri yang dipercaya bisa menghambat pertumbuhan dan penyebaran sel kanker di sekitar perut.

Menurunkan Tekanan Darah

Diyakini jika ekstrak seledri memiliki kemampuan menurunkan tekanan darah pada pengidap hipertensi. Di dalam seledri terdapat kandungan fitokimia atau dikenal sebagai phthalides, yang dapat melonggarkan  jaringan otot yang ada dalam dinding arteri untuk meningkatkan aliran darah sehingga menurunkan tekanan darah. Tidak hanya itu, inti seledri yang mengandung ekstrak heksana, etanol, dan metanol meningkatkan sirkulasi serta membantu tekanan darah.

Meningkatkan Daya Ingat

Manfaat seledri lainnya juga mampu meningkatkan daya ingat. Ini berasal dari kandungan antioksidan bernama luteolin yang baik untuk memori otak. Bahan ini bisa mengurangi berbagai risiko penyakit akibat proses penuaan, seperti peradangan pada otak dan gangguan ingatan.

Cara Mengolah Daun Seledri

Daun seledri selain bisa disajikan pada masakan, bisa juga diolah menjadi minuman yang segar. Caranya dengan mencampur daun seledri, daun ketumbar, air perasan lemon, gula cair, dan es batu di dalam gelas.

Bisa juga diolah sebagai jus dengan menambahkan berbagai bahan lain, seperti buah pir, air perasan lemon, atau bayam. Untuk membuat jus seledri, cukup potong kecil-kecil seledri dan bahan lain, kemudian masukkan ke dalam blender. Tambahkan air perasan lemon dan es batu. Lalu saring jus yang sudah diblender, sebelum diminum. Meski banyak manfaat seledri bagi kesehatan, ingat ya jangan terlalu berlebihan dalam mengonsumsinya. Sekadar informasi, biji seledri dan minyak seledri kurang baik dikonsumsi oleh ibu hamil dan menyusui, hal ini karena dalam jumlah yang sangat banyak, seledri bisa menyebabkan kontraksi rahim.

Selain mengonsumsi seledri, jangan lupakan untuk mencukupi kebutuhan cairan dengan minum air mineral seperti Le Minerale. Pasalnya, air ini berasal dari sumber mata air pilihan dan disaring secara alami ke dalam tanah dan melewati berbagai lapisan bumi serta batuan yang kaya akan mineral.

Sumber mata air Le Minerale diambil dari kedalaman yang mencapai 100 meter di bawah tanah dan dibotolkan langsung di sumbernya dengan menggunakan mineral protection system tanpa tersentuh tangan manusia secara langsung. Keadaan ini membuat Le Minerale mengandung mineral alami yang bermanfaat bagi tubuh, yakni kalsium berfungsi untuk memelihara kekuatan tulang dan kesehatan kulit.

Sementara magnesium berfungsi untuk meningkatkan kesehatan jantung. Sodium membantu mengatur cairan dalam darah dan jaringan tubuh. Potasium berfungsi untuk membantu fungsi otot dan saraf.  Bukan hanya itu, Le Minerale juga melengkapi kandungan bikarbonat (HCO3–) yang berperan untuk menjaga keseimbangan asam dan basa dalam tubuh.

(taken out) Le Minerale telah mendapat izin resmi dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Indonesia dan tersertifikasi oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI).  Setiap kemasannya di segel dan dikemas khusus dengan seal cap sehingga menghasilkan botol yang keras sebelum dibuka untuk cegah pemalsuan.